Gallery

Launching Pekan Imunisasi Dunia 2015

Gallery

Launching Pekan Imunisasi Dunia 2015

Gallery

Launching Pekan Imunisasi Dunia 2015

Gallery

Launching Pekan Imunisasi Dunia 2015

Gallery

Gedung Puskesmas

Puskesmas Kecamatan Cakung Tanamkan Budaya Lebih Cerdas Menggunakan Obat

Dari Cakung Selamatkan Dunia


Apakah anda sudah tahu cara menyimpan obat tetes mata dengan tepat? Apakah anda sudah tahu cara menggunakan obat suppositoria?
Jika belum, mari perhatikan informasi berikut.
Obat merupakan zat yang digunakan untuk pencegahan dan penyembuhan penyakit serta pemulihan dan peningkatan kesehatan bagi penggunanya. Setiap obat punya manfaat, namun juga mempunyai efek samping yang merugikan. Oleh karena itu, gunakanlah obat sesuai dengan aturan pakai.
DA-GU-SI-BU: DApatkan, GUnakan, SImpan, BUang obat dengan cara yang benar.

1. Tempat Pembelian Obat

Belilah Obat di sarana resmi seperti apotek, toko obat berizin, klinik dan rumah sakit.

2. Cara Penggunaan Obat

Setiap obat yang beredar selalu memiliki informasi tentang obat yang menyertainya pada kemasan obat dan brosur atau leaflet.
Yang harus diperhatikan pada saat membeli obat adalah memperhatikan isi dari penandaan diantaranya:


• Nama obat dan zat aktif

• Logo Obat
Pada kemasan obat, terdapat logo berupa tanda lingkaran sebagai identitas golongan obat, yaitu obat Bebas, Obat Bebas Terbatas dan Obat Keras.

• Nomor Izin Edar (NIE) atau Nomor Registrasi
Untuk memastikan obat telah terdaftar di Badan POM sehingga obat dijamin aman, berkhasiat dan bermutu.

• Batas Kedaluwarsa (Expiry date/ED)
Adalah batas waktu jaminan produsen terhadap kualitas produk.Bila penggunaan telah melewati batas ED, produsen tidak menjamin kualitas produk tersebut.

• Kemasan Obat
Kondisi kemasan obat dalam keadaan baik seperti segel tidak rusak, warna dan tulisan pada kemasan tidak luntur.

• Nama dan Alamat industri Farmasi

• Indikasi
Adalah khasiat atau kegunaan dari suatu obat. Pastikan indikasi obat yang tercantum pada kemasan sesuai dengan gejala penyakit yang dialami.

• Efek Samping
Adalah efek yang tidak diinginkan mungkin terjadi setelah minum obat, pada takaran lazim misalnya dapat menyebabkan kantuk, mual, gangguan dalam saluran cerna.

• Setiap obat punya efek yang baik, namun juga mempunyai efek samping yang merugikan jika digunakan tidak sesuai dosis.

• Minta pendampingan orang tua untuk minum obat, jangan minum obat sendiri.

• Gunakanlah Obat sesuai dengan aturan pakainya.

• Contoh Aturan Pakai Obat:
a. Sehari 2 x 1 tablet
Artinya sehari obat tersebut digunakan 2 kali (misalnya pagi dan malam) dan setiap kali minum obat sebanyak 1 tablet.
b. Sehari 3 x 1 Sendok teh
Artinya sehari obat tersebut digunakan sebanyak 3 kali (misalnya pagi, siang dan malam)
c. Sehari 2 x 2 kapsul
Artinya sehari obat tersebut diminum sebanyak 2 kali (misalnya pagi dan malam) dan setiap kali minum obat sebanyak 2 kapsul.

3. Penyimpanan Obat

• Baca aturan penyimpanan obat pada kemasan.
• Jauhkan dari jangkauan anak.
• Jauhkan dari sinar matahari langsung/lembab/ suhu tinggi dan sebagainya.
• Simpan dalam kemasan asli dan dengan etiket yang masih lengkap.
• Periksa tanggal Kedaluwarsa dan kondisi obat.
• Kunci almari penyimpanan obat.

4. Buang Obat dengan benar

• Hilangkan semua label dari wadah obat.
• Untuk kapsul, tablet atau bentuk padat lain, hancurkan dahulu dan campur obat tersebut dengan tanah,atau bahan kotor lainnya,masukkan plastik dan buang ke tempat sampah.
• Untuk cairan selain antibiotik, buang isinya pada kloset. Dan untuk cairan antibiotik buang isi bersama wadah dengan menghilangkan label ke tempat sampah.
• Intinya: obat harus dimusnahkan dan dan tidak ada obat sisa.

klik untuk memperbesar gambar


sumber : https://medium.com/@apt.pkmcakung/puskesmas-kecamatan-cakung-jakarta-timur-pharmavenger-tanamkan-budaya-lebih-cerdas-menggunakan-e1e6e3b3e592

RAJA CERMAT MANTUL CAKUNG



DATA KADER

bit.ly/datakader-rajacermat

PRE TEST

bit.ly/pretest-rajacermat

POST TEST

bit.ly/posttest-rajacermat

Kinerja Puskesmas 2018


Penilaian kinerja Puskesmas adalah suatu upaya untuk melakukan penilaian hasil kerja / prestasi Puskesmas.
Pelaksanaan penilaian dimulai dari tingkat Puskesmas sebagai instrumen mawas diri karena setiap Puskesmas melakukan penilaian kinerjanya secara mandiri, kemudian Dinas Kesehatan Kabupaten / Kota melakukan verifikasi hasilnya. Adapun aspek penilaian meliputi hasil pencapaian cakupan dan manajemen kegiatan termasuk mutu pelayanan (khusus bagi Puskesmas yang telah mengembangkan mutu pelayanan) atas perhitungan seluruh Puskesmas. Berdasarkan hasil verifikasi, dinas kesehatan kabupaten / kota bersama Puskesmas dapat menetapkan Puskesmas kedalam kelompok (I,II,III) sesuai dengan pencapaian kinerjanya.Pada setiap kelompok tersebut, dinas kesehatan kabupaten/kota dapat melakukan analisa tingkat kinerja puskesmas berdasarkan rincian nilainya, sehingga urutan pencapian kinerjanya dapat diketahui, serta dapat dilakukan pembinaan secara lebih mendalam dan terfokus.

Tujuan Umum 
Tercapainya tingkat kinerja puskesmas yang berkualitas secara optimal dalam mendukung pencapaian tujuan pembangunan kesehatan kabupaten / kota. 

Tujuan Khusus
1). Mendapatkan gambaran tingkat pencapaian hasil cakupan dan mutu kegiatan serta manajemen puskesmas pada akhir tahun kegiatan.
2). Mengetahui tingkat kinerja puskesmas pada akhir tahun berdasarkan urutan peringkat kategori kelompok puskesmas.
3). Mendapatkan informasi analisis kinerja puskesmas dan bahan masukan dalam penyusunan rencana kegiatan puskesmas dan dinas kesehatan kabupaten/kota untuk tahun yang akan datang.

Manfaat Penilaian Kinerja Puskesmas :

  1. Puskesmas mengetahui tingkat pencapaian (prestasi) kunjungan dibandingkan dengan target yang harus dicapai.
  2. Puskesmas dapat melakukan identifikasi dan analisis masalah, mencari penyebab dan latar belakang serta hambatan masalah kesehatan di wilayah kerjanya berdasarkan adanya kesenjangan pencapaian kinerja puskesmas (out put dan out come)
  3. Puskesmas dan dinas kesehatan kabupaten/kota dapat menetapkan tingkat urgensi suatu kegiatan untuk dilaksanakan segera pada tahun yang akan datang berdasarkan prioritasnya.
  4. Dinas kesehatan kabupaten/kota dapat menetapkan dan mendukung kebutuhan sumber daya puskesmas dan urgensi pembinaan puskesmas.
    Berikut ini adalah hasil Penilaian Kinerja Puskesmas Tahun 2018

    (klik pada gambar untuk memperbesar)

Ajang TKMPN XXVII 2018 Puskesmas Cakung raih Penghargaan Tertinggi

Ajang Temu Karya Mutu dan Pengendalian Nasional (TKMPN) dan International Quality and Productivity Convention (IQPC) 2018 dilaksanakan di Harmoni One Batam, mulai dari tanggal 27 November - 30 November 2018.

Kegiatan ini merupakan suatu acara kompetensi dan demonstrasi keberhasilan perusahaan dalam mengelola mutu dan produktivitas. Sudah berlangsung selama 22 tahun tanpa jeda dan diselenggarakan oleh PT Wahana Kendali Mutu bekerjasama dengan Asosiasi Manajemen Mutu dan Produktivitas Indonesia (AMMPI). Ajang nasional ini juga diikuti oleh negara Asia Tenggara lainnya seperti Singapura, Malaysia dan Thailand.

Kegiatan ini diikuti oleh sebanyak 2.058 orang, dan jumlah timnya naik 7 persen dibandingkan tahun lalu. Untuk jumlah seluruh yang hadir pada event kali ini meliputi penyaji, peninjau dan panitia.
Kegiatan tersebut terdiri dari persentasi kompetisi baik dari nasional dan internasional, lalu ada forum manajemen yang mendatangkan praktisi pengalaman di bidang manajemen.

Dalam ajang ini Puskesmas Kecamatan Cakung mengirimkan satu Gugus Kendali Mutu yaitu GKM Wayang yang berhasil meraih perghargaan kategori Diamond sebagai perhargaan tertinggi TKMPN dan juga Best Performance yang tahun sebelumnya juga diraih oleh Puskesmas Kecamatan Cakung ( ms )